VALUE, FALSAFAH, DAN BELIEVE SYSTEM PADA MASYARAKAT SUKU SASAK LOMBOK.


          Dalam perjalanan kedua kali ini, saya mengikuti kelompok kawan-kawan yang lain yang isinya adalah ning, selaku tuan rumah yang juga akan mengantar saya dan teman-teman ke tempat naskah kuno tersebut berada. Tujuan kami kali ini yaitu untuk melakukan kegiatan tradisi dari nenek moyang kultur masyarakat sasak terdahulu yang sering di sebut: bejeput, nyeput, jeput, enggem, atau demak. Istilah yang dipakai dalam kegiatan ini banyak sekali di karenakan beragamnya kebudayaan masyarakat sasak dan di imbangi dengan beragamnya bahasa pada masyarakat adat Lombok. Letak kediaman tokoh yang kami kunjungi ini boleh dibilang jalannya cukup terjal karena, jalan yang di lalui banyak bebatuan dan lubang sehingga kami kesulitan menuju kediaman beliau.
Dan di perjalanan pun kami sedikit menemui musibah karena teman saya hampir saja melindas motor belakang kawan kami yang lain saat hendak melewati jalan polisi tidur. Sesampainya di sana kami menemui perumahan atau tempat kediaman beliau yang begitu sangat sederhana dengan dua orang anak dan satu istri. Mamiq upi, ya begitulah sapaan akrab beliau orangnya sangat ramah dan menyenangkan. Beliau ini, orang yang pintar mencairkan suasana percakapan melalui guyon-guyon yang di campur dengan keseriusannya mengolah penjelasan mengenai asal muasal sejarah falsafah kehidupan masyarakat sasak.
Melalui penjelasan beliau kita banyak menerima manfaat entah status dari orang-orang yang hidup di masa lalu melalui system feodalisme yang berbentuk komunal hingga relasinya dengan kehidupan masyarakat modern saat ini. Beliau berpendapat bahwa kehidupan masyarakat sasak pada zaman kuno tidak pernah terikat oleh aturan-aturan rumit seperti yang di buat oleh pemerintahan zaman modern. Orang-orang dulu hidup hanya terikat pada pemimpin tertinggi kerajaan, soleh atau tidaknya mereka menghadap raja, dan menganut system kepercayaan yang sifatnya sacral. Entah itu kepercayaan dari kris, batu, dan lain sebagainya. selain itu, masyarakat pada waktu itu juga hidup hanya dengan beternak, bertani, bercocok tanam, ataupun mengurus kerbau, dan sapinya di ladang. Hidup masyarakat zaman itu boleh di bilang sangat sederhana dibandingkan kehidupan masyarakat pada zaman modern. kehidupan masyarakat sekarang lebih condong ke arah kebebasan berpikir, di sertai eksploitasi alam dan lingukungan. Berbeda halnya dengan kehidupan masyarakat kuno, yang hidupnya hanya pada imajinasi untuk mennghasilkan kebutuhan metafisik serta pengabdian mereka kepada otoritas tertinggi kerajaan, yang dalam masyarakat sasak sering di sebut: Datu, raden dan lain sebagainya. Lalu pada akhirnya saya tiba pada kesimpulan bahwa, masyarakat modern itu cenderung merusak. Karena eksploitasi alam yang terus menerus di lakukan oleh mereka yang hari ini menganggap dirinya berpikiran maju. Lain halnya dengan masyarakat kuno, selalu menjaga alam karena menganggap alam ini punya hubungan sacral dengan mereka. Relasi mereka dengan alam tidak bisa dipisahkan.

Tetapi kita kembali pada poin utama pada topik kali ini yaitu soal nyeput. Tradisi ini sangat dipercayai oleh masyarakat sasak pada umumnya untuk meramalkan atau bahkan untuk menghasilkan masa depan. Karena believe system yang kuat dan kebutuhan metafisik dari orang sehingga tradisi nyeput ini sering digunakan. Tetapi tradisi nyeput ini juga tidak boleh digunakan dalam rangka ke hal-hal yang negative. Karena kepercayaan tradisi ini yaitu, barang siapa melakukan niat keburukan maka ia akan berbalik kepada dirinya sendiri. Oleh sebab itu, kegiatan atau tradisi nyeput ini harus benar-benar diniatkan untuk hal-hal yang positif untuk menghasilkan masa depan tentunya. Tata karma dalam melakukan tradisi nyeput ini sangat sederhana. Pertama, niatkan ke hal-hal yang baik. Kedua, baca bacaan bismillah dan lain sebagainya. ketiga, anda boleh menutup mata atau tidak saat mengambil (nyeput) naskah kuno tersebut. Dan yang terakhir, tunggu si pemangku membacakan naskah tersebut sampai akhirnya beliau tiba pada kesimpulan terakhir. Apakah nyeput anda memiliki kandungan makna yang baik atau tidak. Banyak hal sacral yang saya dapatkan setelah melalui kegiatan tradisi ini termasuk ketenangan batin dan kejiwaan saya.
Setelah saya melalui tahap-tahapan tadi, giliran saya yang melihat kawan-kawan yang lain untuk melakukan hal yang sama. Makna yang mereka dapatkan begitu banyak beragam, yaitu soal kerajaan, kedudukan tertinggi, ratu, dewi-dewi dan lain-lain.  Beliau berkata bahwa naskah-naskah kuno ini di turunkan oleh kakek nenek buyutnya agar supaya eksistensinya masih terjaga sampai sekarang. Selain itu, ia bercerita tentang pertama kali melakukan kegiatan nyeput ini dan mendapatkan makna berantau-rantau dan itulah sebabnya perjalanan hidup beliau menurut kepercayaan ramalan ini ia jarang pulang dan terus menerus bepergian. Begitulah sisi lain dari pemangku yang kami temui kali ini. Orang yang sangat menerima tamu dengan baik, ramah, dan menyenangkan. Beliau menganggap kedatangan kami justru adalah berkah, karena tamu justru akan menghasilkan persaudaraan yang erat. Naskah kuno dari nenek moyang kita ini semestinya memang kita jaga agar supaya anak dan cucu-cucu kita tahu bahwa nilai, falsafah dan kesakralannnya masih bisa terus menerus eksis sampai seterusnya. Di akhir kegiatan kita juga tidak lupa untuk sangat-sangat berterima kasih sebesar-besarnya kepada mamiq upi yang sudah bersedia menerima kehadiran kelompok kami di kediamannya. Setelah itu, kamipun mengajak mamiq upi untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan kehadiran kami.          

Komentar

  1. Waah ini bagus banget kak! Sangat bermanfaat>_<

    BalasHapus
  2. Wahh ada nama saya, sangat bagus kaka

    BalasHapus
  3. Very good👍 study fan, dod :)

    BalasHapus
  4. Wahh kayakx ada yg aneh saat polisi tidur

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. sangat bermanfaat. dan sgt millenial sekali terlihat dari judulnya

    BalasHapus
  7. Saya disuruq paser bekomen sama ngelike halaman ini..

    BalasHapus
  8. Ser.. dimana tempat like to the light that ini?

    BalasHapus
  9. 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus

Posting Komentar