VALUE, FALSAFAH, DAN BELIEVE SYSTEM PADA MASYARAKAT SUKU SASAK LOMBOK.
Dalam perjalanan kedua kali ini, saya mengikuti kelompok kawan-kawan yang lain yang isinya adalah ning, selaku tuan rumah yang juga akan mengantar saya dan teman-teman ke tempat naskah kuno tersebut berada. Tujuan kami kali ini yaitu untuk melakukan kegiatan tradisi dari nenek moyang kultur masyarakat sasak terdahulu yang sering di sebut: bejeput, nyeput, jeput, enggem, atau demak. Istilah yang dipakai dalam kegiatan ini banyak sekali di karenakan beragamnya kebudayaan masyarakat sasak dan di imbangi dengan beragamnya bahasa pada masyarakat adat Lombok. Letak kediaman tokoh yang kami kunjungi ini boleh dibilang jalannya cukup terjal karena, jalan yang di lalui banyak bebatuan dan lubang sehingga kami kesulitan menuju kediaman beliau. Dan di perjalanan pun kami sedikit menemui musibah kare na teman saya hampir saja melindas motor belakang kawan kami yang lain saat hendak melewati jalan polisi tidur. Sesampainya di sana kami menemui perumahan ...